salah satu penyakit padi utama adalah Hawar Daun Bakteri (HDB) pengendalian utama HDB adalah dng varietas tahan. dilapangan ketahanan varietas unggul tahan hama/penyakit sering tidak bertahan lama karena patotipe penyakit berubah setelah beradaptasi dengan lingkungan baru. untuk itu pennggunaan varietas baru dianjurkan setelah ditanam 6 musim, terutama penggunaan pupuk N berat yg tidak di imbangi dengan pemupukan P dan K dapat memperlemah ketahanan varietas terhadap penyakit utama.
Gejala Penyakit.
gejala penyakit berupa bercak berwarna kuning sampai putih berawal dari terbentuknya garis lebam berair pada bagian tepi daun. kemudian bercak berkembang hingga menutupi seluruh helai daun. pada pagi hari saat cuaca lembab, eksudat bakteri tampak dipermukaan bercak berupa cairan berwarna kuning. pada siang hari eksudat bakteri menjadi bulatan kecil berwarna kuning menempel pada permukaan daun dan mudahh jatuh oleh hembasan angin, gesekan daun atau percikan air hujan. eksudat tersebut merupakan sumber penularan yang efektif.
gejala kuning pucat umumnya terdpat pada tanaman dewaasa. daun tua berwarna hijau normal, tetapi pada daun muda menjadi pucat, klorosis, kerap kali terdapat garis berwarna hijau pucat. koloni bakteri biasanya tidak terdapat pada helai daun tetapi pada pangkal daun atau pada buku buku tanaman.
infeksi pada pembibitan menyebabkan bibit menjadi kering. bakteri menginfeksi masuk sistem vaskular tanaman padi pada saat tanam pindah atau sewaktu dicabut dari tempat pembibitan dan akar9 rusak, atau sewaktu terjadi kerusakan daun.
apabila sel bakteri masuk melalui akar dan pangkal batang, tanaman bisa bisa menunjukan gejala kresek. seluruh daun dan bagian tanaman lainnya menjadi kering. infeksi dapat terjadi mulai fase persemaian sampai awal fase pembentukan anakan.
sumber infeksi bisa dari jerami yang terinfeksi, tunggul jerami, singgang dari tanaman yang terinfeksi, benih, dan gulma inang. sel sel bakteri membentuk butir butir embun pada waktu pagi hari dan mengeras dan melekat pada permukaan daun.
Organisme penyebab penyakit.
penyebab penyakit hawar daun bakteri adalah Xanthomonas oryzae pv. oryzae (ishyama) Swings.
siklus penyakit dan faktor yang mempengaruhi.
diluar musim tanam, bakteri dapqbat hidup dalam tanah selama 1-3 bulan tergantung pada kelembaban dan keasaman tanah. bakteri jg dapat bertahan dalm jerami tanaman yang terinfeksi, pd singgang, dan pada tanaman inang selain padi, sehingga penularan dapat terjadi dari musim ke musim.
faktor lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan penyakit di lapang, misalnya kelembaban tinggi, hujan disertai angin, dan pemupukan N yang berlebihan mempermudah berkembangnya hawar daun bakteri.
PENGENDALIAN
1. penggunaan varietas tahan seperti conde dan angke adalah cara yang paling efektif.
2. sanitasi seperti membersihkan tunggul tunggul dan jerami yang terinfeksi.
3. gunakan bibit yg sehat.
4. perbaikan cara bercocok tanam :
a. persemaian di tempat berdrainase baik.
b. penggunaan N sesuai anjuran
c. perbaikan sistem pemberian air
d. jarak tanam jangan terlalu rapat
5. gunakan kompos jerami yg sudah terdekomposisi dengan sempurna
6. pengendalian secara prenventif dapat dilakukan dengan penyemprotan tanaman dengan bakterisida yang efektif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar